posted by bocah alas on June 24, 2010
Rombongan besar
Gunakan fasilitas nomer wahid
Tegur sana tegur sini
Terekspos mulia
Bentuk tim ini tim itu
Pulang seolah persoalan telah diatasi
Konsistensi Implementasi.. Apa itu?
BENCANA DATANG
Kunjungan lagi
Rombongan besar lagi
Gunakan fasilitas nomer wahid lagi
Tegur sana tegur sini lagi
Terekspos mulia lagi
Bentuk tim ini tim itu lagi
Pulang seolah persoalan telah diatasi lagi
Konsistensi Implementasi.. Apa lagi itu?
TIDUR LAGI…
posted by bocah alas on March 12, 2010
Membaca atau mendengar berita banyak para pejabat atau bekas pejabat yang dimasukan dalam rutan atau lapas karena kasus korupsi membuat saya gembira, mungkin juga anda. Gembira karena hukum dan keadilan mungkin telah ditegakan oleh para petugas yang mimiliki kewajiban menegakkannya dan bukan malah membuatnya letoy. Saya gunakan kata mungkin kerena saya sendiri tidak terlibat langsung dalam prosesnya, yang katanya sekali lagi menurut berita (mohon jangan ditanya beritanya dimana..?) penuh dengan akal-akalanlah, suaplah, pisau bermata dualah yang tajam ke bawah atau masyarakt kecil tapi tumpul ke atas atau ke yang berkuasa, ya bisa saja kan seharusnya hukumannya lebih berat dari yang seharusnya dia terima, atau karena alasan sakit panu menjadi dapat fasilitas hotel bintang 5 di rumah sakit untuk mengulur-ulur (ntah apa yang diulur). Gembira karena berharap sang pejabat tersebut juga bisa merasakan susahnya hidup seperti yang saya rasakan mungkin juga sebagian besar rakyat RI rasakan.
Ditengah kegembiraan saya yang ternyata hukum juga masih ada yang tajam ke atas tiba-tiba terlintas betapa sedihnya keluarga pejabat tersebut. suami, isteri anak-anak mereka pasti mengalami penderitaan pula… ahhh tapi mereka bukannya sudah merasakan nikmatnya hasil dari korupsi itu… jadi impaslah.. tapi sial tetap saja saya merasa kasihan kepada mereka…
posted by bocah alas on August 21, 2009
Sering kali saya mengikuti atau menyaksikan pidato/sambutan dari seorang pejabat yang entah membuka atau menutup suatu acara/kegiatan secara resmi maupun secara nonformil. Tidak banyak pejabat yang mampu membuat peserta mendengarkannya dengan antusias dan tidak mengantuk apalagi disampaikan dalam waktu yang cukup lama. Namun di acara pesta blogger adalah salah satu dari sedikit yang pernah terjadi dimana peserta tidak mengantuk saat salah seorang pejabat memberikan sambutan dalam jangka waktu yang lama. Tidak ada satu pesertapun yang mengantuk bahkan sangat serius, padahal isi pidatonya biasa-biasa saja. Tapi kenapa peserta bisa begitu antusia??? Eittt tunggu dulu…bukan karena pejabatnya yang pandai berorasi atau pandai membangun suasana sehingga tidak menjemukan, ternyata dihadapan masing-masing peserta telah tersedia laptop yang terkoneksi dengan internet, dan mereka sedang asik megotak atik blog atau berFB ria bukan sedang asik mendengarkan pejabat yang sedang berbicara di depan..
Tidak mau kalah dengan peserta, sang pejabat berusaha menunjukan bahwa dirinya juga telah akrab dengan dunia blogger dan yang katanya juga baru saja diangkat sebagai ketua komunitas saiber mengaku telah memiliki blog. Namun ketika ditanya nama/alamat blog yang telah dibuatnya agar bisa dilihat bersama di layar sang pejabat terlihat agak bingung dan terdiam, beruntung stafnya segera berusaha mencari alamat blognya sampai googling segala. Lha mungkin ini adalah teknologi terbaru bagi yang punya kekuasaan, teknologi blogging by remote. Ya semua dikerjakan secara remote, lebih maju dari update blog via email atau SMS. Dari desain hingga konten semua dilakukan dari jarak jauh (remote), yaitu tadi menggunakan tenaga seorang staf sebagai gadget-nya. Jadi maklum aja kalo sampai lupa nama blog sendiri …enak tho.. manteb tho…ha..ha…..
posted by bocah alas on February 11, 2009
“Waktu tidak dapat diundur
Kesempatan tidak datang berkali
Sedangkan rambut masih bisa tumbuh/gondrong kapan saja…”
Bukan main… selamat dengan new stylenya bro..
posted by bocah alas on February 5, 2009
Ya.. Tidak ada yang baru. Tidak ada yang baru meski perayaan tahun baru sudah lewat satu bulan lebih..
Semuanya masih melanjutkan aliran-aliran yang telah ada. Semuanya masih berteori. Semuanya hanya masih bercuap “harusnya” tanpa bergeser sedikitpun. Sementara sinyal yang diterima masih saja ‘Low Signal’ bahkan kadang ngadat, tapi apakah tetap harus disyukuri daripada ‘network not found’