March 28, 2008
Mesem..

Saya punya seorang teman, beberpa waktu terakhir ini saya perhatikan dia sering sekali tersenyum. Bawaannya selalu ceria, meskipun menurut saya kadang dipaksakan untuk ceria. Ketika kutanya kenapa kok selalu senyum..

jawabannya ” Bangsa ini sudah terlalu menderita” lha apa hubungannya? “lha jelas toh hubungannya, masyarakat kita ini sudah pada sedih mikirin hidup hari-hari yang kian berat masa kita perparah dengan memberi muka masem, cemberut plus berlipat-lipat. Coba kalau kita kasih senyum mudahan mampu memberikan sedikit keceriaan..” Penjelasan berikutnya sudah nda begitu kuperhatikan, karena aku langsung memikirkan kebenaran kata-katanya itu…Ya memang benar, walaupun kadang hanya untuk senyum saja susahnya minta ampun. Mulai sekarang marilah tersenyum agar harga-harga terasa lebih murah dan segala macam penyakit menyingkir…

Filed under: Uncategorized | 3:11 pm | Comments (1)
March 26, 2008
IeLPeKa ver.2.0

Terimakasih kepada teman- teman yang telah mengirimkan link blognya, semoga dapat bermanfaat bagi siapa saja. Untuk itu apresiasi diberikan kepada:

  1. Faisal : http://faisal4rest.blogspot.com/
  2. Darma Bakti (Gokil) : http://gokil.wordpress.com/
  3. Ulfah Karmila Sari: http://opeh.blogspot.com/
  4. Jainudin: http://udinforester.wordpress.com/
  5. Yulianto Kurniawa: http://mancesteranto.wordpress.com/
  6. Kusdianto: http://antomilan.wordpress.com/
  7. Dani Septianto: http://bobodhani.blogspot.com/
  8. Ubenius: http://ubenius.wordpress.com/
  9. Wahyudi: http://yudicaem.wordpress.com/
  10. Sri Hestinawati: http://www.zonabiru-q.blogspot.com/
  11. Supriyadi: http://ayieksh04.wordpress.com/
  12. Miftahuljannah: http://mitacaem.wordpress.com/
  13. Mardiatin: http://mardiatin.wordpress.com/
  14. Silvester Hartono:http://beritauntukteman.blogspot.com/
  15. Lalau Ari Hadi Satria: http://laloeforester.wordpress.com/

Terimakasih juga kepada teman-teman yang telah menggunakan ‘versi slownya’ sehingga baru bisa ditampilkan, apreseasi untuk:

  1. Noverinus Dhanang Susanto: http://noverinus.wordpress.com/
  2. Romdhani: http://gondrongkubukanpreman.blogspot.com/
  3. Neliana Theresia: http://nellydayak.blogspot.com/
Filed under: ILPK | 8:19 pm | Comments (1)
March 11, 2008
Remember Me…

Hari minggu kemarin saya sempetin main ke rumah orang tua. Ntah kenapa melongok ke dalam lemari tua di dalam kamar yang dulu pernah saya tinggali siang dan malam. Dalam lemari tersebut masih tergantung baju SMA saya dulu yang penuh coretan spidol dan cat kelulusan sekolah.

Sejenak kenangan masa sekolah 14 tahun lalu dulu terlintas, sambil senyum-senyum saya coba mengingat-ngingat siapa saja yang telah membubuhkan coretan di baju tersebut.

bajuSMA1bajuSMA1jg

Sambil coba mengingat karena memori saya ini memang payah, sehingga ada yang sampai saat ini saya belum tahu juga siapa saja yang telah menghiasi baju SMA saya tersebut, jika anda merasa berpartisipasi pada saat itu please kontak saya ya…

Filed under: Uncategorized | 11:27 am | Comments (4)
March 9, 2008
Pak Presiden.. Pak Menteri…please…..!!

Beberapa waktu ini dunia kehutanan diributkan dan meributkan Peraturan Pemerintah yang baru saja dikeluarkan oleh Pemerintah pada tanggal 4 Februari 2008. Peraturan yang diberi no 2 ini mengatur tentang tarif pemanfaatan lahan dikawasan hutan terkhusus untuk Hutan Lindung.

Dari workshop, demo, hingga patungan untuk membeli/menyawa lahan di hutan lindung karena tarif yang dikenaka pada PP tersebut  dinilai sangat murah. Hal ini untuk menunjukkan ketidak berterimaan terhadap terbitnya PP tersebut oleh kalangan yang pro hutan dan lingkungan.

Anehnya peraturan ini ada justru hadir oleh karena inisiasi dari departemen kehutanan, yang seharusnya merekalah menjadi “benteng terakhir” untuk membendung kerusakan pada kawasan hutan terutama hutan lindung. Dari beberapa workshop yang di gagas banyak mengemuka tudingan bahwa terbitnya PP ini karena ada desakan dan tekanan dari pihak luar terutama dari perusahan-perusahan tambang besar. Meskipun ini ditampik oleh Dephut.

Seorang profesor di bidang kehutanan juga merasa aneh dan tidak mengerti dengan peraturan ini, terutama dilihat dari sisi untuk melestarikan kawasan lindung peraturan ini sangat kontra produktif dengana itu. Profesor aja bingung apalagi yang awam, yang awam pasti manggut-manggut tidak mengerti, setelah bencana ekologi menerjang dengan dahsyat barulah mereka berusaha untuk mengerti. Lalu bagaimana dengan Dephut? Mereka akan berujar mari kita tambah penanam 1 juta pohon lagi… Betulkah sejuta, dua juta, atau seratus juta podon mempu menggantikan mereka yang telah terenggut bencana akibat kebijakan yang sangat-sangat tidak bijak itu… Selagi itu belum terjadi kenapa tidak berbesar hati mencabut peraturan tersebut…Pak Presiden dan Pak Menteri tidak ada yang lebih diuntungkan dengan pencabutan PP tersebut kecuali keselamatan rakyat negeri ini, yang seharusnya memang anda lindungi untuk itu menjadi tugas anda  mencabut PP ini. Pak Presiden.. Pak Menteri…please…..!!

Filed under: Uncategorized | 9:51 am | Comments (0)
March 8, 2008
Ohh.. Negeri.. Ohh..Ngeri…

Mau ku goreng, minyak goreng mahalnya minta ampun.

Mau ku rebus, minyak tanah langka.

Mau ku bakar, eh udah keduluan ditelan banjir

Biarlah untuk hari ini mungkin makan nasi bungkus yang dibagikan oleh dinas sosial atau para dermawan meskipun sudah tiga hari aku menunggunya di atas bubungan gubuk ini.

Kulit yang penuh koreng smakin keriput coba menghadang udara yang mengibaskan pedang dinginnya agar tidak menghujam ke tulang tapi sia-sia. Jangan tanya si lemak dan daging kemana, karena mereka telah lama pergi pada pertempuran sebelumnya.

Ku coba fokuskan mataku agar tidak kosong, sia-sia. Tetap aku terus berusaha dan di sanalah aku melihatmu wahai sang damai, kau peluk aku dalam jubah hangatmu, dan kau bawa aku meninggalkan kulit dan tulangku yang mulai teronggok kaku. Ntah kapan ada yang menemukannya. Sementara air belum juga surut
Akhirnya aku diselamatkan …………….tapi bukan oleh pengurus negeri ini yang kata gemah ripah loh jinawi…aku diselamatkan oleh jiwa-jiwa langit yang disia-siakan oleh negeri ini..

Filed under: Seperti Puisi | 4:06 pm | Comments (1)
Next Page »

This site is powered by bebsic