posted by bocah alas on August 21, 2009

Sering kali saya mengikuti atau menyaksikan pidato/sambutan dari seorang pejabat yang entah membuka atau menutup suatu acara/kegiatan secara resmi maupun secara nonformil. Tidak banyak pejabat yang mampu membuat peserta mendengarkannya dengan antusias dan tidak mengantuk apalagi disampaikan dalam waktu yang cukup lama. Namun di acara pesta blogger adalah salah satu dari sedikit yang pernah terjadi dimana peserta tidak mengantuk saat salah seorang pejabat memberikan sambutan dalam jangka waktu yang lama. Tidak ada satu pesertapun yang mengantuk bahkan sangat serius, padahal isi pidatonya biasa-biasa saja. Tapi kenapa peserta bisa begitu antusia??? Eittt tunggu dulu…bukan karena pejabatnya yang pandai berorasi atau pandai membangun suasana sehingga tidak menjemukan, ternyata dihadapan masing-masing peserta telah tersedia laptop yang terkoneksi dengan internet, dan mereka sedang asik megotak atik blog atau berFB ria bukan sedang asik mendengarkan pejabat yang sedang berbicara di depan..

Tidak mau kalah dengan peserta, sang pejabat berusaha menunjukan bahwa dirinya juga telah akrab dengan dunia blogger dan yang katanya juga baru saja diangkat sebagai ketua komunitas saiber mengaku telah memiliki blog. Namun ketika ditanya nama/alamat blog yang telah dibuatnya agar bisa dilihat bersama di layar sang pejabat terlihat agak bingung dan terdiam, beruntung stafnya segera berusaha mencari alamat blognya sampai googling segala. Lha mungkin ini adalah teknologi terbaru bagi yang punya kekuasaan, teknologi blogging by remote. Ya semua dikerjakan secara remote, lebih maju dari update blog via email atau SMS. Dari desain hingga konten semua dilakukan dari jarak jauh (remote), yaitu tadi menggunakan tenaga seorang staf sebagai gadget-nya. Jadi maklum aja kalo sampai lupa nama blog sendiri …enak tho.. manteb tho…ha..ha…..

posted by bocah alas on February 11, 2009

“Waktu tidak dapat diundur

Kesempatan tidak datang berkali

Sedangkan rambut masih bisa tumbuh/gondrong kapan saja…”

Bukan main… selamat dengan new stylenya bro..

posted by bocah alas on February 5, 2009

Ya.. Tidak ada yang baru. Tidak ada yang baru meski perayaan tahun baru sudah lewat satu bulan lebih..

Semuanya masih melanjutkan aliran-aliran yang telah ada. Semuanya masih berteori. Semuanya hanya masih bercuap “harusnya” tanpa bergeser sedikitpun. Sementara sinyal yang diterima masih saja ‘Low Signal’ bahkan kadang ngadat, tapi apakah tetap harus disyukuri daripada ‘network not found’

posted by bocah alas on December 22, 2008

“Hmmm..Memangya kehidupan ini dianggapnya sinetron. Itulah kalo keseringan nonton sinetron..” demikian salah satu komentar teman yang lagi kesel karena digugat pisah sama isterinya karena ngga tahu alasan jelas dan logisnya kenapa dia digugat..

Hmm.. Sinetron… hmm.. Selebritis… begitu sederhanakah sehingga mudah ditiru..

posted by bocah alas on December 16, 2008

Akhirnya pemerintah berhasil mengerem laju pertambahan penduduknya bahkan menguranginya. Bagaimana tidak ketika kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah saat ini. Hilangnya (langka) pupuk dari peredaran membuat petani harus berebut untuk mendapatkannya yang pada ujungnya turunnya produksi pertanian yang berakibat rakyat susah menadapatkan kebutuhan pangan.

Ketika bahan pangan yang sudah sangat minim didapat jangan dikira persoalan selesai karena untuk memasaknya masyarakat harus berebut (itu juga jika ada yang diperebutkan) minyak dan gas yang juga menghilang dari peredaran. Ending semua ini adalah rakyat yang mati kelaparan. Benar-benar sebuah program genosida yang sangat jempolan, efektif dan efesien yang telah dibuat oleh pemerintah dibanding program-program lain yang selalu gagal.

satu program yang  merupakan bagian genosida yang tengah dilakukan pemerintah juga adalah perusakan lingkungan dan hutan secara besar-besaran yang akhirnya menuai bencana dan kematian bagi rakyat banyak.

Genosida ialah salah satu dari empat Pelanggaran HAM berat yang berada dalam yurisdiksi International Criminal Court (wikipedia). Perlukah kita mengadukannya ke Mahkamah Internasional atau kita buat sendiri pengadilan rakyat terhadap kejahatan ini?

Outdoors Wordpress Theme