posted by bocah alas on December 22, 2008
“Hmmm..Memangya kehidupan ini dianggapnya sinetron. Itulah kalo keseringan nonton sinetron..” demikian salah satu komentar teman yang lagi kesel karena digugat pisah sama isterinya karena ngga tahu alasan jelas dan logisnya kenapa dia digugat..
Hmm.. Sinetron… hmm.. Selebritis… begitu sederhanakah sehingga mudah ditiru..
posted by bocah alas on December 16, 2008
Akhirnya pemerintah berhasil mengerem laju pertambahan penduduknya bahkan menguranginya. Bagaimana tidak ketika kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah saat ini. Hilangnya (langka) pupuk dari peredaran membuat petani harus berebut untuk mendapatkannya yang pada ujungnya turunnya produksi pertanian yang berakibat rakyat susah menadapatkan kebutuhan pangan.
Ketika bahan pangan yang sudah sangat minim didapat jangan dikira persoalan selesai karena untuk memasaknya masyarakat harus berebut (itu juga jika ada yang diperebutkan) minyak dan gas yang juga menghilang dari peredaran. Ending semua ini adalah rakyat yang mati kelaparan. Benar-benar sebuah program genosida yang sangat jempolan, efektif dan efesien yang telah dibuat oleh pemerintah dibanding program-program lain yang selalu gagal.
satu program yang merupakan bagian genosida yang tengah dilakukan pemerintah juga adalah perusakan lingkungan dan hutan secara besar-besaran yang akhirnya menuai bencana dan kematian bagi rakyat banyak.
Genosida ialah salah satu dari empat Pelanggaran HAM berat yang berada dalam yurisdiksi International Criminal Court (wikipedia). Perlukah kita mengadukannya ke Mahkamah Internasional atau kita buat sendiri pengadilan rakyat terhadap kejahatan ini?
posted by bocah alas on December 10, 2008
Franchise atau kalo diindonesiakan waralaba. Waralaba atau Franchising (dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan[1]) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan[2]. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa[3].
Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah: Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu. (Wikipedia)
Ternyata fenomena Franchise kini bukan hanya untuk barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan tetapi sudah merambah dunia per-NGO-an. Lihatlah beberap NGO Internasional sudah membuka cabanganya di negeri ini. Kalao sekedar buka kantor cabang ya lumrah saja, tapi yang menarik ketika melakukan perekrutan untuk suporting ntah dana atau sebagainya mereka membuka keanggotaan (member) dengan berbagai fasilitas bagi membernya yang telah bergabung, ntah itu diskon untuk membeli merchandise hingga diajak ikut aksi eksklusif, hal ini tentu saja setelah mereka (member) memenuhi kewajibannya seperti membayar iuran anggota dan sebagainya. Minat masyarakat untuk bergabung untuk menjadi member sangat tinggi disalah satu blog memuat banyak pertanyaan bagaimana caranya bisa menjadi angota/member dari salah NGO Internasional yang sangat terkenal yang baru satu-dua tahunan ini membuka cabangnya di Indonesia Raya.
Tingginya minat masyarakat ini untuk bergabung tidak terlepas dari nama besar NGO tersebut yang telah difasilitasi oleh media untuk dikenal luas oleh masyarakat. Sementara itu menengok LSM Lokalan (dalam negeri) yang juga telah membuka keanggotaan bagi masyarakat sepertinya (akan) kalah bersaing merebut hati masyarakat Indonesia padahal isunya (produknya) sama yang ditawarkan. Hal ini kok persis seperti Ayam Goreng Banjar yang kalah laris dengan Fried Chicken Import. Tapi apakah kalah atau menang merupakan suatu yang penting (ehm emang lomba lari)…. yang pentingkan donor masih selalu suport hihihihi….
posted by bocah alas on December 3, 2008
“Kita semua harus menjaga satu-satunya jenis harimau yang masih tersisa di Indonesia, jangan sampai anak cucu kita hanya kebagian lihat gambarnya aja.”
Demikianlah salah satu bunyi komentar yang menanggapi sebuah artikel online tentang harimau sumatera yang hampir punah dari muka bumi ini. Lalu saya pun berkomentar (komentar yang ini sudah dimodifikasi sedemikian rupa jadi jangan terlalu dihayati) “Jangankan anak-cucu lhaa saya sendiri saja tahunya harimau ya dari gambar atau tv, belum pernah bertegur sapa secara langsung apa lagi chating dengan yang namanya harimau kenapa saya harus ikut menjaganya. Mohon jangan menambah beban saya, karena saya sudah mendapat tugas untuk menjaga keluarga saya agar tidak kelaparan dan menderita. Untuk itu bolehkah saya menolak tugas ini karena saya tidak punya duit untuk pergi ke sumatera, atau sanak saudara yang dapat saya tumpangi selama di sana. Dan maafkan saya -(meski saya yakin ini bukan karena kesalahan saya)- jika karena saya tidak mampu pergi ke sana harimau itu akhirnya punah….”
BUZZ!!!
…somprit.. temenku yang kerja di lembaga pelestarian satwa yang salah satunya adalah melestarikan hidup harimau sumatera ngebuzz YMku… naaa mungkin dia yang memang harus bertanggung jawab kalau sampai satwa ini punah karena tugasnya kan memang itu hehehe…dapat sudah kambing hitamnya….(makanya Man jangan suka baz buz baz buz.. hehehe…) ..
ku BUZZ juga nih…. Twinnnnnggggg….
posted by bocah alas on November 28, 2008
Awalnya menghilang tiba-tiba, setelah diketok-ketok muncul lagi..Ah lega rasanya… Beberapa waktu kemudian menghilang lagi, diketok lagi (kali ini agak lebih keras ngetoknya) lalu muncul lagi… kembali lega merasup di hati..
Berselang beberapa waktu yang semula terang mulai redup, yang semula cerah mulai buram, yang semula jelas mulai mengabur. Digoncang-goncang…diketok-ketok…tetap saja redup, tetap saja buram dan tetap saja kabur… Panik mulai menyergap jiwa..
Inikah saatnya itu??..
Oh please jangan sekarang… Masih banyak kerja yang belum terselesaikan… Masih banyak yang perlu dikumpulkan..
Oh tolong not now… Aku belum siap…tolong berikan sedikit waktu lagi untuk aku lebih siap mencarikan penggantimu..
Ohh….
Ohh…
Ohh.. Hapeku..jangan rusak dulu